MUARO JAMBI – Permata Dinda Aifa, seorang generus LDII yang juga mahasiswi semester 4 jurusan Ilmu Statistik di Universitas Terbuka Jambi, terpilih menjadi salah satu petugas dalam agenda besar Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2026. Alumni SMA Tri Sukses Boarding School Jambi ini berhasil lolos seleksi rekrutmen Mitra BPS Kabupaten Muaro Jambi dan kini tengah mengikuti rangkaian pelatihan intensif yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di Hotel Yello, Jambi.
Rangkaian pelatihan dilaksanakan dalam dua metode, yakni secara daring pada tanggal 9, 12, dan 13 Januari, serta diakhiri dengan pertemuan tatap muka pada Rabu, 14 Januari 2026. Pelatihan ini diikuti oleh seluruh petugas terpilih yang akan bertugas di 11 kecamatan di wilayah Muaro Jambi.
Acara dibuka secara resmi oleh Kasubag Umum BPS Muaro Jambi, Ali Rozali, S.E. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya akurasi data yang dikumpulkan oleh para petugas. "Pelatihan ini adalah bekal sebelum turun ke lapangan. Data yang dihasilkan sangat bergantung pada kesungguhan petugas, karena hasil SUSENAS merupakan indikator penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yang digunakan pemerintah untuk mengambil kebijakan pembangunan," tegas Ali Rozali.
Permata Dinda Aifa menyambut tugas ini dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi. Menurutnya, pengalaman ini adalah sarana belajar yang sangat berharga. "Ini merupakan kesempatan untuk menambah ilmu dan pengetahuan praktis sebelum terjun langsung melakukan pendataan di lapangan," ujarnya dengan penuh optimis.
Keterlibatan aktif generus LDII dalam kegiatan nasional ini turut mendapat apresiasi dari Mujito, salah satu pengurus harian DPD LDII yang juga merupakan peserta pelatihan. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan anak muda dalam kegiatan profesional seperti ini sejalan dengan program 29 Karakter Luhur yang dicanangkan DPP LDII.
"Selain memiliki karakter Alim-Faqih dan Akhlakul Karimah, generus LDII dituntut untuk mandiri. Harapannya, kedepan semakin banyak generus yang berminat menambah pengalaman sebagai batu loncatan mendapatkan pekerjaan yang layak dan barokah, sehingga mereka bisa memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat," tutup Mujito.



